Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat!     

Diterbitkan 27 Sep 2025

Kalimantan Barat, September 2025 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat terus berupaya menjaga kelestarian satwa liar, khususnya jenis yang berstatus dilindungi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemantauan pergerakan bangau bluwok (Mycteria cinerea) melalui pemasangan satellite tracking pada tiga individu di Cagar Alam Gunung Nyiut.

Bangau bluwok merupakan burung air berukuran besar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di kawasan pesisir dan lahan basah. Populasi satwa ini saat ini menghadapi tekanan yang cukup serius akibat degradasi habitat dan aktivitas manusia, sehingga ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pemantauan Jangkauan Jelajah

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa ketiga individu bangau bluwok tersebut mampu menjelajah hingga ke berbagai wilayah di luar Bengkayang, antara lain Tanjung Priok (Kalimantan Barat Utara), Kertajati (Jawa Barat), serta Kawasan Danau Pulau Dua (Banten). Data ini memberikan informasi penting bagi upaya konservasi, karena menunjukkan jangkauan jelajah satwa yang cukup luas.

BKSDA Kalimantan Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung upaya konservasi satwa liar, khususnya bangau bluwok. Dukungan nyata dapat dilakukan dengan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu habitat alaminya, mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

https://www.instagram.com/reel/DPFxxaRiTR5/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==